Showing posts with label Ruang Qalbu. Show all posts
Showing posts with label Ruang Qalbu. Show all posts

Apakah Sabar Itu Ada Batasnya?

Mungkin selama ini masih saja kita memperhitungkan tingkatan kesabaran yang kita miliki atas ujian yang menimpa kita. Kita masih acapkali berkeluh kesah dan mempersempit hati kita, menganggap bahwa hati ini memiliki kapasitas kesabaran tertentu. Hanya saja kita sedikit kurang sabar padahal mungkin saja kita hampir melewati ujian tersebut. Apakah kita sudah cukup bersabar atas ujian yang menimpa kita? Atau hanya sekedar perkataan sabar yang terucap dari lisan sedangkan hati berbicara lain. Meski demikian kita selalu berharap agar kita termasuk orang-orang yang bersabar dan memohon untuk lebih dikuatkan melewati rintangan yang mengganggu keimanan kita. Lantas, siapa sebenarnya orang-orang yang termasuk golongan sabar menurut Allah SWT? Dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 156 Allah berfirman: 

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَىۡءٍ۬ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٍ۬ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٲتِ‌ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ (١٥٥) ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ۬ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ (١٥٦)
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". 

Ada tiga tingkatan kesabaran yang biasa dialami kita:
1. Sabar atas musibah. Pahala atas sabar ini memperoleh 300 tingkatan (derajat), yang antara tingkatannya berjarak sejauh langit dan bumi.
2. Sabar melaksanakan ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Pahala atas sabar ini memperoleh 600 tingkatan yang antar tingkatannya berjarak sejauh antara lapisan langit teratas (ketujuh) dan lapisan bumi yang ketujuh pula. Firman Allah SWT Quran Surat An Nisa 69:

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡہِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّہَدَآءِ وَٱلصَّـٰلِحِينَ‌ۚ وَحَسُنَ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ رَفِيقً۬ا (٦٩)
Dan barang siapa yang menaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
3. Sabar untuk menahan diri dari perbuatan-perbuatan hina dan maksiat. Pahala atas sabar ini memperoleh 900 tingkatan yang antar tingkatnya berjarak sejauh antara 'Arsy dan bumi. 
Janji Allah SWT bagi orang-orang yang sabar: 
Firman Allah SWT dalam hadist qudsi: 

Jika Aku menimpakan musibah kepada seorang hambaKu pada badan, harta, atau anak-anaknya, lalu ia sambut dengan penuh kesabaran, Aku malu untuk menegakkan neraca timbangan atau memeriksa catatan amalnya di hari kiamat. (HR At Tirmidzi, Ad Dailamy, Al Qadha'il) 

Firman Allah Ta'ala dalam hadist Qudsi:

Jika sebuah cobaan menimpamu, mintalah pertolongan kepadaKu dengan membaca Laa haula walaa quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim. Jika engkau sakit, sembuhkanlah dengan sedekah. Jika engkau tertimpa musibah, katakanlah Inna lillahi wa inna ilaihi raji'uun. 
Semoga dengan ketiga tingatan kesabaran ini dapat menepis segala alasan kita untuk tidak berburuk sangka atas ketentuan Allah SWT dan bersabar atas ujian yang menimpa kita.

Takut Miskin

Apakah anda termasuk orang yang takut miskin? Apakah orang yang miskin itu dapat dipastikan hidupnya tidak pernah merasakan kebahagiaan? Kebahagiaan seseorang tidak selamanya diukur oleh harta kekayaan semata. Kebahagiaan sumbernya dari hati, tidak mesti tenggelam dalam harta. Alangkah banyaknya pada zaman ini kita temui orang yang telah sukses hidupnya, memiliki harta kekayaan dimana-mana, tetapi dia jarang atau bahkan tidak pernah merasa nyaman dan bahagia atas kekayaannya itu. Apa itu mungkin disebabkan berlarut dalam kegelisahan karena takut kehilangan harta, atau seperti orang yang bingung langkah apa lagi yang harus dilakukan setelah mencapai puncak kesuksesan. Hal ini dapat dipastikan karena keringnya jiwa spiritual yang ada pada orang tersebut. 

Kehidupan ini memang seperti roda yang terus berputar seiring dengan perputaran bumi kita. Tidak selamanya saya ataupun anda selalu berada di atas. Sesungguhnya dunia ini tempat ujian. Segala apa yang di atas bumi ini adalah sarana ujian bagi kita. Jangan dikira ujian itu hanya berupa kesengsaraan atau kemiskinan saja. Nikmat rezeki dan kesenangan duniapun juga ujian bagi kita semua. Dalam pandangan Allah SWT, bahwa seorang Muslim yang miskin itu adalah kekasih yang kelak akan dimuliakannya lebih dari seorang Muslim yang kaya. 

Di dalam sebuah hadist qudsi Anas RA berkata: “Rasulullah bersabda bahwa Allah SWT berfirman: “Allah SWT berfirman pada hari kiamat: “Dekatkanlah kepadaKu kekasih-kekasihKu.” Bertanya para malaikat: “Siapakah kekasih-kekasihMu Tuhan?” “Orann-orang Islam yang fakir miskin” Firman Allah. Setelah didekatkanlah mereka padaNya, berfirmanlah Allah SWT: “sesungguhnya Aku tidak menauhkan dunia dari kamu karena kerendahan kedudukanmu di hadapanKu, akan tetapi dengan itu aku hendak melipatgandakan kemuliaan untukmu. Maka mintalah apa yang kalian kehendaki hari ini.” Kemudian dimasukkanlah mereka ke dalam surge lebih dahulu 40 tahun sebelum orang-orang muslim kaya masuk. (HR Abus Syekh)

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang makan dan bersyukur sama kedudukannya dengan orang yang berpuasa (karena tidak punya makanan) lalu bersabar atasnya. (HR At Titmidzi)

Hadist di atas menerangkan bahwa dalam pandangan Allah SWT orang kaya yang bersyukur karena nikmat kekayaannya juga sama dengan orang miskin yang bersabar karena hidup dalam kemiskinannya. 

Ada lima kemulian kaum fakir miskin di hadapan Allah SWT: 
1. Pahala shalat, sedekah dan ibadah lainnya melebihi orang kaya. 
2. Pahala dari keinginan yang tidak dipenuhi. Apabila doa dan permohonan kita tidak dikabulkan, janganlah berburuk sangka karena menganggap Allah menolak doa kita, bias jadi yang terjadi sesuai dengan firman Allah SWT di bawah ini:
 
Firman Allah SWT surat An Nisa 19: 

إِنَّ ٱلَّذِينَ جَآءُو بِٱلۡإِفۡكِ عُصۡبَةٌ۬ مِّنكُمۡ‌ۚ لَا تَحۡسَبُوهُ شَرًّ۬ا لَّكُم‌ۖ بَلۡ هُوَ خَيۡرٌ۬ لَّكُمۡ‌ۚ لِكُلِّ ٱمۡرِىٍٕ۬ مِّنۡہُم مَّا ٱكۡتَسَبَ مِنَ ٱلۡإِثۡمِ‌ۚ وَٱلَّذِى تَوَلَّىٰ كِبۡرَهُ ۥ مِنۡہُمۡ لَهُ ۥ عَذَابٌ عَظِيمٌ۬ 
Dan Firman Allah SWT surat An Nur 24:
.....Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu.
 
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَحِلُّ لَكُمۡ أَن تَرِثُواْ ٱلنِّسَآءَ كَرۡهً۬ا‌ۖ وَلَا تَعۡضُلُوهُنَّ لِتَذۡهَبُواْ بِبَعۡضِ مَآ ءَاتَيۡتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأۡتِينَ بِفَـٰحِشَةٍ۬ مُّبَيِّنَةٍ۬‌ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِ‌ۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡـًٔ۬ا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرً۬ا ڪَثِيرً۬ا
.....mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
3. Masuk surga lebih dahulu.
4. Ringan hizabnya dibanding yang lain.
5. Tidak menyesal, sebab orang Muslim kaya kelak ingin seperti orang Muslim miskin. 

Menurut Al Faqih Abu Laits Samarqandi, ada beberapa fungsi fakir miskin yaitu:
1. Berfungsi sebagai dokter bagi orang kaya, karena jika sakit ia diperintahkan sedekah kepada fakir miskin.
2. Berfungsi sebagai pembersih, karena dengan sedekah dosa-dosa orang kaya lenyap, atau sebagai pembersih hartanya dengan memberikan zakat.
3. Sebagai pesuruh, karena ketika orang kaya akan bersedekah untuk bakti kepada orang tuanya yang sudah wafat, mereka mengundang orang fakir miskin dan memberikan sedekah kepada mereka. 
4. Penjaga harta kekayaan, sebab harta yang dikeluarkan zakatnya (sedekahnya) akan dipelihara dari aneka bala(bencana). 

Ibnu Abbas RA berkata,” Terkutuk orang yang memuliakan seseorang karena hartanya, dan menghina orang karena kemiskinannya.” 

Satu saat iblis datang dalam wujud orang tua, lalu menemui  Nabi Sulaiman AS, kemudian beliau bertanya, “Apa yang kau lakukan terhadap ummat Nabi Isa AS? Jawab Iblis”. Kuajak mereka menyembah dua tuhan selain Allah, lalu kepada ummat Muhammad, kubujuk mereka dengan emas dan perak, hingga kecintaan mereka terhadap keduanya melebihi “Lailaha illallah”. Kata Nabi Sulaiman,”Aku berlindung kepada Allah dari godaanmu.” (Riwayat Abdul Mun’im, Idris dari ayahnya, Wahb Manbah) 

Fakir miskin wajib mengerti karunia Allah yang diberikan kepadanya, bahwa Allah menjauhkan harta, karena dimuliakanNya kelak di sisiNya. Karenanya janganlah mengeluh. Bersabarlah menghadapi kesulitan dunia, hal itu niscaya lebih baik daripada dunia, meski kondisi kita dalam kemiskinan. BarakAllahu fikum jami’an.

Memohon Kelapangan Hati

Proloque

Salam sejahtera untuk kita semua, mudah-mudahan Allah SWT selalu senantiasa melindungi kita dari hal-hal yang tidak baik. Banyak orang yang belum mampu melihat betapa indahnya kehidupan ini yang seharusnya patut kita syukuri dengan sangat. Mereka hanya membuka matanya untuk zuhud kecintaan terhadap dunia semata. Dalam fikirannya hanya ada harta yang merasa kurang cukup. Padahal, kalau dipikir lebih dalam, sebenarnya ia harus menjadikan harta itu sebagai sarana yang lebih baik untuk membangun sebuah kehidupan yang bahagia. Tapi sayang, malah menjual kebahagiaan hidup hanya demi mendapatkan harta, dan bukan bagaimana membeli kebahagiaan hidup dengan harta. Struktur mata kita telah diciptakan sedemikian rupa dan unik agar kita dapat melihat keindahan. Namun, ternyata kita acapkali membiasakannya hanya untuk melihat harta dan harta. Firman Allah yang berulang-ulang dinyatakan dalam surat Ar Rahman:

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan manakah yang kalian dustakan."

Memang, jika kita meyakini diri kita diciptakan hanya untuk meraih hal-hal yang kecil, maka kitapun hanya akan mendapatkan apa yang kita fikirkan seadanya Demikianlah sebaliknya, sebuah teori yang disebut repeatative Magic Power (mengulang-ulang dengan penuh keyakinan akan merubah suatu keadaan). Hal ini dapat kita saksikan dalam berbagai kenyataan hidup. Misal, seseorang yang ikut berlomba lari 100 meter, ia akan merasa capek tatkala telah menyelesaikannya. Lain halnya dengan seorang peserta lomba lari 400 meter, ia belum merasa capek tatkala telah menempuh jarak 100 atau 200 meter. 

Begitulah adanya, jiwa hanya akan memberikan kadar semangat sesuai dengan kadar atau tingkatan sesuatu yang akan dicapai seseorang. Maka, pikirkan setiap tujuan kita setinggi mungkin. Jangan pernah putus asa selama masih dapat mengayunkan kaki untuk menempuh langkah baru setiap harinya. Sebab, rasa putus asa, patah semangat, selalu berpandangan negatif terhadap segala sesuatu, suka mencari-cari aib dan kesalahan orang lain, dan besar mulut hanya akan menghambat langkah, dan menempatkan hati dan jiwa di dalam sebuah penjara yang sempit dan pengap. Kesulitan-kesulitan dalam kehidupan ini merupakan perkara yang nisbi, yakni segala sesuatu akan terasa sulit bagi jiwa yang kerdil, tapi bagi jiwa yang besar tidak ada istilah kesulitan besar. Jiwa yang besar akan semakin besar karena mampu mengatasi kesulitan-kesulitan itu. Sementara jiwa yang kecil akan semakin sakit, karena selalu menghindar dari kesulitan itu. Kesulitan itu ibarat anjing yang siap menggigit dan ia akan menggonggong dan mengejar kits bila kits tampak ketakutan saat melihatnya. Sebaliknya, ia akan membiarkan kita berlalu di hadapannya dengan tenang bila kita tak menghiraukannya, atau kita berani menggertaknya.

Lalu bagaimana cara menyikapi kesulitan-kesulitan tersebut karena kita selalu akan merasakan keresahan, ketakutan dan hidup menjadi gelisah gulana tidak nyaman. Kurangnya atau lebihnya harta bukanlah sebagai parameter untuk mengukur kebahagiaan seseorang. Cara mengatasi masalah-masalah tersebut hendaknya kita dapat menciptakan perilaku yang  lebih baik di lingkungan terdekat kita (keluarga). 

Ibda' binafsih (mulailah dari diri sendiri). 

Perilaku kasar dan kekerasan harus kita hindari terutama sebagai orang tua, yang memiliki pengatuh besar terhadap sikap dan menjadi panutan bagi anak-anak mereka, saling menghargai, patuhi perintah agama yang sering dianggap sepele dan terabaikan seperti shalat tepat waktu, shalat berjama'ah, ucapan salam kemudian jangan lupa sisihkan waktu malam untuk bangun dan curhat dan mengadu kepada Allah, lakukan shalat taubat, atau shalat sunah hajat lalu shalat witir, kemudian berdzikir sebanyak mungkin kemudian berdo'a, berdo'alah bukan dengan mulut saja tetapi hati pula turut berdo'a. Berdo'a boleh dengan bahasa kita, mintalah ampun atas dosa, mohonlah petunjuk, bimbingan dan kesabaran dalam menghadapi kehidupan ini, lakukan secara rutin dan ikhlas maka lingkungan keluarga kita akan tercipta suasana yang bahagia, damai, dan tentram.   Semua hal tersebut yang dapat dilakukan ketika menemui kesulitan, kemudian belum terlambat jika kita menata kembali kehidupan ini, yang berlalu biarlah berlalu sebagai catatan kelabu dalam sejarah hidup. Tatap ke depan untuk mengisi sisa waktu dalam hidup ini dengan penuh harapan, kesabaran dan keihlasan serta berdzikirlah. Dzikir tidak sulit alias gratis dan dapat menumbuhkan ketenangan, ketentraman dan kedamaian. Dikir memang membuat hati tenang dan damai. Firman Allah SWT (Al Quran Ar Ra'ad:28):

 الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan dzikir kepada Allah. Ingatlah bahwa hanya dengan dzikrullah hati menjadi tenang.” 

Berdzikir itu mudah, hanya  membaca kalimat thayyibah (yang baik) berulang-ulang seperti Dzikir Asmaul Husna, lakukan setelah shalat malam dengan ihlas jika lupa tidak shalat malam atau ketiduran lakukan shalat duha sebagai pengganti shalat malam, jika sibuk tidak sempat untuk itu, boleh kita lakukan ketika libur, shalat dhuha itu maksimal 12 rakaat minimal dua. Hadist Rasulullah SAW dapat medorong kita untuk melakukan dan rugi jika tidak melakukan "siapa saja dapat melakukan shalat dhuha lillahi Ta'ala, Allah akan membuatkannya rumah di Surga." Demikian semoga kita selalu mendapatkan hidayah dan inayah dari Allah SWT dan selalu ingat hidup didunia ini memang tidak kekal, ibarat fatamorgana. Hadapi dengan penuh kesabaran dan tawakkal kepadaNya. Dzikir pula menjadi tanda hidupnya hati. Sabda Rasulullah SAW: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati.” (HR. Bukhari)

Nantikan artikel selanjutnya yang berisi doa-doa amalan thariqat untuk kelapangan hati serta ijazah langsung dari almarhum Guru dari ibu penulis: Prof. KH. Anwar Musaddad yang memiliki banyak faedah baik dari sisi kesehatan dan bathin Insya Allah jika Allah SWT berkehendak.